Bupati Sampaikan Komitmen Pemkab Wujudkan Pasar Sanggam Adji Dilayas Menjadi Pasar Modern

img

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.


POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Pasar Sanggam Adji Dilayas dipersiapkan bakal menjadi  Pasar Modern. Itu sudah menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah melakukan pembenahan di sejumlah titik guna menunjang kelengkapan pasar modern.

 

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat diwawancarai usai melantik dan mengambil sumpah 119 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau.

 

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pengoperasian kembali portal elektronik di pintu masuk pasar. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi pengelolaan pasar.

 

“Sekarang kita berada di era digital. Kemarin mungkin masih tahap mencoba ketika ada fasilitas elektronik yang belum sepenuhnya dipahami masyarakat sehingga sempat terjadi kerusakan. Saat ini sedang kita perbaiki dan setelah Lebaran akan kembali difungsikan,” ujar Sri Juniarsih.

 

Ia menegaskan, fasilitas yang telah disediakan pemerintah daerah harus dimanfaatkan secara optimal. Jika tidak difungsikan, hal tersebut berpotensi menjadi temuan dalam pemeriksaan keuangan. Selain modernisasi sistem masuk pasar, Bupati juga menyoroti kondisi Pasar Subuh yang dinilai masih semrawut. Ia meminta pengelola pasar menertibkan aktivitas pedagang agar tidak melampaui waktu yang telah ditentukan.

 

Menurutnya, Pasar Subuh seharusnya hanya berlangsung hingga sekitar pukul 07.00 hingga maksimal pukul 08.00 pagi. Setelah itu, area tersebut harus kembali difungsikan sebagai lahan parkir bagi pengunjung pasar.

 

“Saya melihat payung-payung pedagang masih tetap berdiri sampai pasar tutup. Kalau Ramadan masih kita toleransi, tetapi ke depan saya berharap pengelola pasar bisa menata kembali area tersebut,” katanya.

 

Tak hanya penataan pedagang, Sri Juniarsih juga memberi perhatian serius pada kebersihan pasar. Ia meminta pengelola memaksimalkan fungsi tempat pembuangan sementara (TPS) yang telah diperluas dan ditinggikan agar pengelolaan sampah lebih optimal.

 

“Pasar harus terlihat rapi dan bersih, seolah-olah tidak ada sampah di situ. Tentu ada cara kerja agar sampah bisa segera diangkut dan tidak menumpuk,” ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan agar petugas pasar lebih aktif memantau kondisi lapangan serta membangun komunikasi yang baik dengan para pedagang. Pendekatan humanis dinilai penting agar aturan yang diterapkan dapat diterima dengan baik tanpa menimbulkan gesekan.

 

Menurut Sri Juniarsih, Pasar Sanggam Adji Dilayas merupakan salah satu ikon daerah yang harus dijaga bersama. Karena itu, meski dengan keterbatasan anggaran, lingkungan pasar tetap perlu ditata agar terlihat bersih, rapi, dan nyaman.

 

“Pasar ini kebanggaan kita bersama. Minimal tetap bersih dan terawat. Rumput-rumput di sekitar pasar juga harus dirapikan agar tidak terlihat kumuh,” ucapnya.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya merawat fasilitas umum di kawasan pasar, termasuk masjid milik pemerintah daerah yang digunakan masyarakat.

 

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Sanggam Adji Dilayas, Jhony, menyatakan siap menjalankan arahan tersebut dan melakukan pembenahan secara bertahap. Ia mengatakan, pihaknya akan mengupayakan pengoperasian kembali portal elektronik setelah Idulfitri sekaligus menata aktivitas Pasar Subuh agar lebih tertib.

 

“Portal elektronik akan kita upayakan kembali berfungsi setelah Idulfitri. Kami juga akan menata kembali aktivitas Pasar Subuh secara bertahap sesuai dengan peraturan bupati yang berlaku,” ujarnya.

 

Jhony menegaskan, kebersihan pasar juga menjadi salah satu prioritas dalam pengelolaan ke depan. Pihaknya akan melakukan perbaikan secara bertahap agar pasar lebih tertata dan nyaman bagi Masyarakat. Sebelum portal elektronik kembali dioperasikan, pengelola pasar juga akan melakukan sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat agar sistem tersebut dapat dipahami dan diterima dengan baik.

 “Kita akan melakukan sosialisasi kembali dengan pendekatan humanis supaya pedagang bisa memahami dan menerima kebijakan tersebut,” katanya. (sep/FN)